Jakarta (ANTARA News) Minggu, 14 Oktober 2012 11:35 WIB - Pesawat penumpang asal Turki tidak diperbolehkan terbang di atas Suriah, saat hubungan diantara kedua negara bertetangga menjadi tegang.
Pelarangan efektif berlaku sejak Sabtu 21.00GMT. Demikian dinyatakan Menteri Luar Negeri Suriah Walid Moallem, Sabtu.
Menlu Suriah mengatakan, pelarangan terhadap pesawat Turki merupakan tindakan balasan atas tindakan serupa yang dilakukan pihak Ankara (pemerintah Turki-red). Demikian diberitakan BBC -- yang dipantau ANTARA News, di Jakarta, Minggu.
Sementara pihak Turki tidak mengumumkan tindakan serupa, meskipun telah dikatakan sebelumnya bahwa pihak otoritas Turki akan terus memaksa pesawat penumpang Suriah yang diduga membawa muatan militer.
Ketegangan antara Turki - Suriah meningkat setelah beberapa kali terjadi insiden di perbatasan kedua negara.
Minggu lalu, terjadi beberapa kali baku tembak di wilayah perbatasan setelah lima warga Turki terbunuh oleh senjata dari arah Suriah.
Pemerintah Turki mendukung oposisi Suriah dan mengeluarkan pernyataan untuk pengunduran diri Presiden Bashar al- Assad.
Pada perkembangan lain, Perdana Menteri Turki Recep Tayip Erdogan mengatakan di konferensi pers bahwa PBB telah gagal bertindak di Suriah dan memberikan lampu hijau kepada Presiden Assad untuk membunuh puluhan hingga ratusan orang setiap hari.
Komentar Erdogan muncul setelah Duta PBB-Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi menyatakan akan mendengarkan sudut pandang Ankara terhadap krisis Suriah.
Pelarangan efektif berlaku sejak Sabtu 21.00GMT. Demikian dinyatakan Menteri Luar Negeri Suriah Walid Moallem, Sabtu.
Menlu Suriah mengatakan, pelarangan terhadap pesawat Turki merupakan tindakan balasan atas tindakan serupa yang dilakukan pihak Ankara (pemerintah Turki-red). Demikian diberitakan BBC -- yang dipantau ANTARA News, di Jakarta, Minggu.
Sementara pihak Turki tidak mengumumkan tindakan serupa, meskipun telah dikatakan sebelumnya bahwa pihak otoritas Turki akan terus memaksa pesawat penumpang Suriah yang diduga membawa muatan militer.
Ketegangan antara Turki - Suriah meningkat setelah beberapa kali terjadi insiden di perbatasan kedua negara.
Minggu lalu, terjadi beberapa kali baku tembak di wilayah perbatasan setelah lima warga Turki terbunuh oleh senjata dari arah Suriah.
Pemerintah Turki mendukung oposisi Suriah dan mengeluarkan pernyataan untuk pengunduran diri Presiden Bashar al- Assad.
Pada perkembangan lain, Perdana Menteri Turki Recep Tayip Erdogan mengatakan di konferensi pers bahwa PBB telah gagal bertindak di Suriah dan memberikan lampu hijau kepada Presiden Assad untuk membunuh puluhan hingga ratusan orang setiap hari.
Komentar Erdogan muncul setelah Duta PBB-Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi menyatakan akan mendengarkan sudut pandang Ankara terhadap krisis Suriah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar